Sinkronisasi Diperketat, Pemprov Kalteng Matangkan Finalisasi Renja 2027.

PALANGKA RAYA rubrikalteng. com
Selasa, 14 April 2026.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat finalisasi dokumen perencanaan pembangunan tahun 2027 dengan memperkuat sinkronisasi lintas perangkat daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), penajaman Rancangan Akhir Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) kini memasuki fase krusial.

Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Bapperida Kalteng, Palangka Raya, Kamis (9/4/2026), dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintah provinsi.

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Kalteng, Syahfiri, menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program, kegiatan, hingga subkegiatan yang dirancang perangkat daerah selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan prioritas nasional.

“Perencanaan harus disusun secara terarah, terukur, dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan agenda pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menekankan, sinkronisasi lintas sektor menjadi kunci agar dokumen yang dihasilkan tidak hanya sistematis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat serta tantangan pembangunan ke depan.

Lebih lanjut, Syahfiri menjelaskan bahwa penyempurnaan Renja PD merupakan bagian dari amanat regulasi sekaligus tindak lanjut dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dalam proses tersebut, Bapperida berperan sebagai koordinator utama penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), termasuk memberikan pendampingan teknis kepada seluruh perangkat daerah.

Rapat penajaman ini turut dihadiri berbagai unsur strategis, seperti Inspektorat, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selain itu, sejumlah dinas teknis—di antaranya PUPR, Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Kesehatan, Pendidikan, Sosial, hingga Tenaga Kerja dan Transmigrasi—ikut ambil bagian dalam proses pembahasan.

Keterlibatan jajaran biro di lingkungan Sekretariat Daerah, pimpinan rumah sakit daerah, serta pejabat struktural dan fungsional Bapperida turut memperkaya substansi pembahasan.

Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut, pemerintah provinsi menargetkan dokumen perencanaan pembangunan tahun 2027 dapat disusun secara lebih komprehensif dan terintegrasi. Dengan demikian, pelaksanaan program pembangunan ke depan diharapkan semakin tepat sasaran, efisien, serta berkelanjutan.
(rk)