Pemprov Kalteng Luncurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Puluhan Ribu Siswa, Perkuat Akses Pendidikan di Daerah.

PALANGKA RAYA rubrikalteng.com
Rabu, 11 Maret 2026.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan program bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah. Program yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (5/3/2026) ini ditujukan untuk lebih dari 60 ribu pelajar dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah pedalaman.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Melalui penyediaan perlengkapan sekolah secara cuma-cuma, pemerintah berharap setiap siswa dapat mengikuti proses belajar tanpa terkendala kebutuhan dasar pendidikan.

Program ini juga terintegrasi dengan kebijakan pendidikan daerah melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

Dalam penyaluran bantuan kali ini, pemerintah daerah menyediakan berbagai perlengkapan sekolah dalam jumlah besar. Bantuan tersebut mencakup 34.735 stel seragam olahraga, 34.735 stel seragam Batik Huma Betang, 25.123 stel seragam putih abu-abu, serta 25.123 stel seragam Pramuka lengkap. Selain itu, sebanyak 26.030 pasang sepatu sekolah turut disalurkan kepada para siswa.

Tidak hanya itu, perlengkapan penunjang lain juga diberikan, di antaranya 25.123 topi sekolah, 25.123 dasi, dan 25.123 ikat pinggang sebagai bagian dari kelengkapan atribut siswa.

Pemerintah Provinsi memastikan distribusi bantuan tersebut menjangkau seluruh wilayah di Kalimantan Tengah, termasuk kawasan terpencil dan pedalaman yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi akses pendidikan maupun kondisi ekonomi masyarakat.

Program bantuan seragam ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mencegah hambatan pendidikan akibat faktor biaya. Sejalan dengan kebijakan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pihak sekolah tidak diperkenankan melakukan pungutan kepada peserta didik baru terkait pengadaan seragam.

Selain bantuan perlengkapan, pemerintah daerah juga memberikan dukungan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Melalui skema bantuan tersebut, setiap siswa dapat memperoleh bantuan sekitar Rp1 juta untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, disertai dukungan pembiayaan pendidikan lainnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta meningkatkan partisipasi pendidikan menengah, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Ia menilai investasi pada sektor pendidikan akan menentukan masa depan generasi muda sekaligus kemajuan wilayah.

“Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi masa depan. Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalimantan Tengah yang terhambat melanjutkan sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan perlengkapan sekolah tidak semata bertujuan membantu orang tua, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas generasi muda melalui pendidikan yang merata dan berkelanjutan.

“Target kami adalah menciptakan sumber daya manusia Kalimantan Tengah yang unggul dan berdaya saing. Pendidikan adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan serta mengatasi keterisolasian wilayah,” tegasnya. (rk)