KUALA KAPUAS
rubrikalteng.com
Rabu, 10 Juni 2026.
Nama Udin (Oedhin) Chirax dikenal di kalangan pegiat seni dan budaya lokal sebagai sosok seniman yang konsisten melestarikan warisan budaya melalui karya-karya kreatifnya. Selain dunia musik Udin juga dikenal sebagai pengrajin alat musik tradisional kacapi juga pembuat miniatur perahu tradisional yang sarat nilai budaya.
Berbagai karya yang dihasilkannya antara lain alat musik kecapi,mandau hingga talabang. Ketekunan dan dedikasinya dalam mempertahankan eksistensi alat musik tradisional mendapat apresiasi dari berbagai kalangan seniman dan birokrasi di Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Kapuas . Menurut sejumlah pengamat keberadaan pengrajin seperti Udin menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan.
Bagi Udin Chirax, berkarya bukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi. Ia menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah mendarmabaktikan diri untuk seni dan budaya Dayak Kalimantan Tengah sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada generasi muda.
Selain alat musik tradisional, Udin juga menghasilkan miniatur perahu tradisional yang menggambarkan kehidupan masyarakat sungai di Kalimantan. Karya-karya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga menjadi media edukasi untuk mengenalkan sejarah dan budaya maritim masyarakat Kapuas kepada masyarakat luas.
Melalui sentuhan tangan kreatifnya, Udin Chirax terus membuktikan bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Karya kecapi dan miniatur perahu tradisional yang dihasilkannya menjadi simbol kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus upaya nyata menjaga identitas daerah agar tetap lestari.
“Seni dan budaya adalah aset, kita lestarikan bersama agar tidak punah.
Seni dan Budaya untuk mengenal diri sendiri” demikian menurut Udin Chirax.
(RK)



