Oleh : H.Ali Damrah.
Kuala Kapuas, rubrikalteng.com
Sabtu, 31 Januari 2026.
Kini, hampir 12 bulan visi Kapuas Bersinar “menggeliat” melaksanakan program di semua wilayah di Kabupaten Kapuas.
Disadari sepenuhnya, visi Kapuas Bersinar di bawah kepemimpinan Wiyatno dan Dodo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kapuas telah berdampak luas, bagaikan ungkapan sebuah pepatah “sekali mendayung-banyak rantauan terlampaui”.
Semisal, pembangunan beberapa ruas jalan baru atau rekonstruksi jalan, barang tentu akan berdampak luas untuk membuka peluang usaha, kesempatan kerja dan tumbuhnya investasi yang pada akhirnya menciptakan multiplayer efek untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat luas.
Untuk mewujudkan visi Kapuas Bersinar, maka program pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan rekonstruksi jalan sepertinya akan terus dilakukan.
Keberhasilan program tersebut, tentu tidak saja diwujudkan dari sebuah pemikiran yang jauh kedepan untuk mengantisipasi akan kebutuhan ruang yang bernama ‘jalan”, juga menuntut kesadaran kolektif akan pentingnya penataan lingkungan perkotaan untuk puluhan tahun mendatang.
Saat ini, secara nasional terdapat kurang lebih 147 juta kendaraan, dengan jumlah populasi penduduk kurang lebih 284 juga jiwa.
Visi Kapuas Bersinar, sudah barang tentu untuk menjawab pertumbuhan penduduk, peningkatan jumlah kendaraan dan tersedianya infrastruktur jalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, masa kini dan dimasa mendatang.
Menata wilayah perkotaan yang sudah padat penduduk dan tidak terkendalinya pemanfaatan ruang publik yang sudah “sedemikian rupa” memang bukan pekerjaan mudah, dan hal ini seharusnya menjadi kesadaran kolektif setiap pemangku kepentingan di daerah ini.
Sembari, menyadari tujuan dari visi Kapuas Bersinar, yaitu: mensejahterakan masyarakat, maka diperlukan rasa kebersamaan semua pihak.
Pembangunan yang pada hakekatnya adalah “maju, bertumbuh kearah yang diinginkan”
memerlukan “pengorbanan”.
Sebagaimana sebuah ungkapan ‘Berakit-rakit kehulu dan berenang renang ketepian”
Dan, hal itulah yang yang saat ini terjadi.
Saat ini, kita bahu membahu untuk meminimalisasi kesulitan dan kendala yang dihadapi, kelak suatu saat kita dan generasi mendatang akan menuai manfaat dari program visi Kapuas Bersinar.
Semua yang terjadi saat ini, kelak sejarah akan mencatatnya.
(RK)

